PANDUAN PEMELIHARAAN SAPI POTONG LOKAL
UNTUK PETANI PETERNAK
Jika anda memulai usaha pemeliharaan sapi potong betina maka :
√ Hewan dengan energi normal dalam ransumnya akan memperlihatkan gejala puber/birahi rata – rata pada umur 428 hari (1.2 tahun) atau pada bobot badan 288 kg
√ Pada umur ini kebutuhan pakan jika menggunakan rumput gajah sebanyak 30 Kg atau setara dengan intake bahan kering 6
Kg. Rumput gajah bisa diganti dengan pucuk tebu atau rumput campuran
(seperti kolonjono + rumput liar + daun jagung) pada intake yang sama
yaitu 30 kg. Namun jika pakan yang tersedia adalah jerami kering maka
bisa diberikan sejumlah 7.5 Kg per ekor per hari.
√ Kebutuhan
minum sapi sekitar 30 – 50 liter per hari, sebaiknya di dalam air
minumnya ditambahkan mineral dari garam sebanyak 50 gram/hari, CaCO3
/Kalsium 100 gr/hari dan urea 50 gr/hari sebagai sumber NPN bagi mikroba
rumen.
√ Untuk
kesehatan sapi perlu dilakukan pemberantasan parasit cacing baik cacing
hati, paru dan pencernakan dengan menggunakan obat cacing yang
berspektrum luas seperti Albendazole, Fenotiazin dan Fanbendazole. Atau secara
tradisional bisa menggunakan temu ireng. Program pembrantasan cacing
ini harus dilakukan rutin. Untuk abat cacing dari bahan kimia dilakukan 6
bulan sekali, sedang untuk jamu tradisional 3 bulan sekali sudah cukup.
Resep alternative jamu tradisional untuk pembrantasan cacing
Bahan :
ü Daun tembakau = 5 lembar
ü Air = secukupnya
Cara :
ü Daun tembakau ditumbuk sampai halus, lalu dicampur air dan disaring
ü Air saringan diminumkan pada sapi
√ Agar
tidak terjadi keracunan Amonia dari feces/kotoran sapi harus
diperhatikan aliran udara di dalam kandang mengingat ammonia ini hanya
membumbung 2 meter diatas permukaan tanah. Kandang perlu dibuatkan
ventilasi/jendela kecil di dinding kandang agar ada pergerakan aliran
udara, disamping kadar ammonia bisa dikurangi tambahan oksigen di dalam
kandang akan meningkat dan itu sangat bagus untuk kesehatan dan
metabolisme sapi.
√ Jika
kita tidak sempat menjemur sapi dibawah sinar matahari, kita bisa
membuka beberapa genteng agar sinar matahari bisa masuk kedalam kandang.
Tindakan ini sangat bagus karena dapat membantu metabolisme vitamin D
yang sangat diperlukan untuk pertulangan sapi juga dapat mengurangi
populasi mikroorganisme yang merugikan didalam kandang
√ Jika
sapi betina tersebut mendapat zat gizi yang cukup maka pada umur 15
bulan atau lebih sudah bisa dikawinkan. Jika sapi sebelum umur 15 bulan
birahinya bagus sebaiknya jangan dikawinkan dulu karena sering terjadi
masalah pada saat dia melahirkan nanti karena sisten reproduksinya belum
matang. Permasalahan itu antara lain Retensio Placenta dimana Ari-ari
tertinggal di dalam uterus, Kesulitan melahirkan karena tulang panggul
masih belum cukup besar, anak yang dilahirkan kurang sempurna/cacat
karena sel telur induk betina belum dewasa, dan produksi susunya sedikit
karena alveoli didalam jaringan susunya belum sempurna sehingga pedet
akan menjadi kurus.
√ Perkawinan
bisa dilakukan dengan menggunakan pejantan (secara alami), bisa juga
menggunakan jasa kawin suntik (menghubungi petugas kawin suntik
terdekat)
√ Tanda – tanda birahi sapi yang baik untuk dikawinkan :
- Keluar lendir bening dari vulva /wadonan (lendir bening memanjang)
- Vulva/wadonan membengkak atau tidak seperti biasanya, warna merah dan lebih hangat dari biasanya.
- Sapi gelisah, kalau ada teman disampingnya ingin dinaiki, mengeluarkan suara berisik, tidak konsentrasi makan
- Khusus pada kasus sapi perah produksi susu turun 2 liter dari biasanya
- Punggung sapi terlihat menekuk kebawah, ekor agak naik
Waktu perkawinan yang baik
- Jika menemukan birahi jam 6 pagi maka dikawinkan jam 6 sore atau sebaliknya jika ditemukan birahi jam 6 sore maka dikawinkan jam 6 pagi (jarak 12 jam)
- Untuk sapi dara lama birahinya hanya satu hari, kalau indukan/babon lama birahinya sekitar 2 hari
√ Jika perkawinan berhasil dan sapi bisa bunting maka pada kebuntingan 1 -3 bulan yang harus dilakukan adalah :
- Pakan rumput gajah 30 Kg + 10% = 33 Kg (semua jenis pakan ditambah 10%)
- Minum 30 – 50 liter + garam 50 gr/hari + kalsium CaCO3 100 gr/hr + Urea 50 gr
- lebih sering dijemur dan latihan berjalan agar tulang-tulangnya lebih kuat
- Kebersihan kandang dijaga, aliran udara harus segar
- Kendala yang sering muncul biasanya adalah demam, nafsu makan menurun, tapi ini adalah hal biasa karena pengaruh perkembangan pedet di dalam uterus biasanya gejala ini muncul selama 3 hari dan akan sembuh dengan dendirinya.
√ Untuk sapi dengan kebuntingan 3 – 6 bulan yang harus diperhatikan adalah :
- Pakan rumput gajah 30 Kg + 20% = 36 Kg (semua pakan ditambah 20 %)
- Minum 30 – 50 liter + garam 50 gr/hr + kalsium CaCO3 100 gr + Urea 50 gr
- lebih sering dijemur dan latihan berjalan agar tulang-tulangnya lebih kuat
- Kebersihan kandang dijaga, aliran udara harus segar
- Tidak ada kendala kesehatan dalam masa ini, yang muncul adalah nafsu makan dan minum yang semakin tinggi.
√ Untuk sapi dengan kebuntingan 6 bulan sampai beranak :
1 Pakan rumput gajah 30 Kg + 30% = 39 Kg (semua pakan ditambah 30 %)
2 Minum 30 – 50 liter + garam 50 gr/hr + kalsium CaCO3 100 gr + Urea 50 gr
3 lebih sering dijemur dan latihan berjalan agar mudah beranak
4 Kebersihan kandang dijaga, aliran udara harus segar
5 Tidak
ada kendala dalam masa ini, tetapi perlu diperhatikan kualitas hijauan
yang diberikan harus lebih baik karena masa ini ada proses pematangan
pedet sebelum keluar
6 Sebelum
beranak siapkan tempat yang longgar ditambah tumpukan jerami kering
sebagai alas untuk melahirkan dan tempat latihan berdiri pedet.
√ Setelah induk beranak maka yang harus dilakukan adalah :
- Sesaat pedet lahir bersihkan lender dari mulut pedet agar segera bisa bernafas dengan normal dan lancar, kemudian berikan pedet pada induknya.
- Membiarkan induk memakan bagian dari placenta / ari-ari karena ini menjadi stimulus/rangsangan bagi induk untuk segera memproduksi susu bagi anaknya. Serta membiarkan induk menjilati tubuh pedet sampai pedet bersih dan bisa berdiri sendiri
- Susu pertama yang keluar berwarna kuning kental dan sedikit amis, ini dinamakan Colustrum yang kaya akan zat antibody,protein dan vitamin yang sangat bagus untuk kekebalan tubuh pedet terhadap serangan penyakit dan kesehatan pedet itu secara umum.
- Sekitar 1 – 2 jam Pedet sudah bisa berdiri sendiri, pada saat itu diupayakan pedet segera menyusu pada induknya agar sifat keibuan induk segera muncul dan ini sangat bagus untuk pemeliharaan pedet sapi.
- Pakan Induk diharapkan yang bagus karena pada masa ini, indukan banyak kehilangan tenaga dan menurun nafsu makannya. Bisa juga ditambahkan gula merah sekitar 0.5 Kg + air kemudian “diclontang” hanya satu kali pemberian saja. Setelah itu pakan induk normal (rumput gajah = 30 Kg) sampai bunting kembali.
- Satu bulan setelah beranak induk segera diberi obat cacing
√ Selama
6 bulan pedet akan menyususu kepada induknya sambil belajar memakan
pakan kasar yang diberikan kepada induknya. Karena induknya sering
dijemur maka pedet bisa berlari bebas dan bisa mendapatkan sinar
matahari yang cukup untuk pertumbuhan tulangnya. Kendala yang sering
muncul pada usia pedet 1 – 3 bulan adalah mencret/diare. Diare ini
biasanya karena pengaruh lingkungan yang kotor juga karena perubahan
anatomi pencernakan dari tubuh pedet itu sendiri. Penangannya adalah
dengan memberikan obat diare yang mengandung Sulfadiazine + trimethoprim
atau lainnya yang sejenis. Bisa juga menggunakan jamu tradisional
seperti
Resep I
Bahan :
ü Daun nangka
Cara :
ü Daun nangka diberikan pada sapi sebagai pakan hijauan utama
Resep II
Bahan :
ü Daun jambu biji segar = 5 lembar
ü Air
Cara :
ü Daun jambu biji ditumbuk sampai lumat dan diencerkan dengan air
Ramuan ini disaring dan airnya diberikan pada sapi
√ Setelah lepas sapih ,pada umur 6 – 9 bulan maka yang harus dilakukan adalah :
- Segera diberikan obat cacing
- Pakan rumput gajah/rumput campuran/pucuk tebu bisa diberikan sesuai dengan nafsu makannya atau sekitar 10 – 15 Kg per ekor/hari, jika pakan yang tersedia adalah jerami maka bisa diberikan 2.5 Kg – 3.75 Kg
- Air minum 10 – 15 liter + garam 25 gr + Kalsium/CaCo3 50 gr
√ Untuk Pembesaran Pedet umur 9 – 12 bulan
- Masa ini adalah masa pendewasaan tubuh (rangka, otot dll)
- Pakan rumput gajah/rumput campuran/pucuk tebu bisa diberikan sekitar 15 – 20 Kg, jika jerami bisa diberikan 3.75 – 5 Kg
- Air minum sebebasnya sekitar 15 -25 liter + garam 25 gr + calcium 50 gr per hari
√ Untuk pembesaran 12 – 15 bulan
- Masa ini adalah masa dewasa kelamin
- Pakan rumput gajah/rumput campuran/pucuk tebu bisa diberikan sekitar 20 – 30 Kg/ekor/hari, jika jerami bisa diberikan 5 – 7.5 Kg per ekor/hari
- Air minum 20 – 50 liter + garam 50 gr + CaCOe/kalsium 100 gr + Urea 50 gr
- Obat cacing diberikan pada usia 12 bulan
- Mulai muncul tanda-tanda birahi baik pada pedet jantan maupun betina tapi jangan dikawinkan karena system reproduksinya belum siap.
√ Setelah
umur 15 bulan jika pedet yang dipelihara adalah betina maka pedoman
pemeliharaannya seperti penjelasan di awal (kembali ke awal)
√ Jika pedet yang dipelihara adalah jantan maka bisa dilakukan program penggemukan
PENGGEMUKAN SAPI JANTAN
√ Sapi bakalan yang digunakan untuk penggemukan bisa berasal dari pembesaran pedet jantan sendiri atau membeli sapi jantan dari pasar.
√ Syarat sapi bakalan yang baik adalah sebagai berikut :
1. Pilihlah
sapi yang sudah dewasa tubuh dan dewasa kelamin atau sekitar umur 1.5
tahun , lebih bagus jika sudah poel (gigi depan sudah berganti dari gigi
seri yang kecil menjadi gigi permanent yang besar). Poel giginya antara
poel 1 – 6
2. Sapi harus sehat
3. tidak ada kelainan pada kaki
4. sapi tidak terlalu gemuk juga tidak terlalu kurus
√ Secara
umum sapi bakalan yang ada di wilayah jawa timur terdiri dari banyak
keturunan, ada keturunan sapi PO (peranakan Ongole), sapi Perah, sapi
Limousin, Sapi Simental , sapi Madura dan banyak lagi lainnya. Secara
khusus dapat kita golongkan berdasarkan berat badan bahwa ada kelompok
sapi yang bertipe kecil seperti sapi madura dan keturunan PO, juga ada kelompok sapi yang bertipe besar seperti keturunan sapi perah, limosin dan simental.
√ Sapi dengan tipe kecil memiliki kebutuhan pakan yang berbeda dengan sapi yang bertipe besar.
√ Lama waktu yang dibutuhkan untuk menggemukkan sangat bergantung pada :
1. Jenis Sapi yang dipilih
2. Umur Sapi
3. Jenis Pakan yang digunakan
4. Kesehatan sapi
√ Jika anda sudah memiliki sapi bakalan yang sudah siap untuk digemukkan hal hal yang harus diperhatikan adalah :
1. Berikan
obat cacing, karena jika sapi sehat dan terbebas dari parasit cacing
maka makanan yang dikonsumsi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh
ternak tanpa ada gangguan.
2. Tabel Pemberian Pakan
Tipe sapi
|
Bobot awal
|
Rumput Gajah
minimal
|
Dipelihara
|
Bobot akhir
|
R. Gajah
maksimal
|
Kecil
|
300 Kg
|
30 Kg
|
8 bulan
|
420 Kg
|
50 Kg
|
Besar
|
400 Kg
|
40 Kg
|
8 bulan
|
520 Kg
|
50 Kg
|
3. Pemberian air minum + garam 50 gr + CaCO3/kalsium 100 gr + urea 50 gr
4. Jadwal
pemberian pakan sebaiknya diberikan 3 kali yaitu pagi diberikan pakan
hijauan sepertiga, siang diberi sepertiga dan sepertiga sisanya
diberikan saat sore hari. Pemberian pakan yang sedikit-sedikit ini akan
mempermudah dan memperingan kerja dari rumen sehingga terjadi efisiensi
pencernakan makanan. Pakan hijauan sebaiknya dipotong-potong kecil untuk
mempercepat proses pencernakan pakan di dalam rumen sapi.
5. Hal
yang mendukung kesehatan sapi antara lain adalah sirkulasi udara yang
baik sehingga kandang perlu dibuatkan ventilasi, sapi memerlukan cahaya
matahari agar metabolisme vitamin D berjalan sempurna sehingga rangka
sapi menjadi lebih kuat untuk menopang berat tubuh yang semakin
bertambah untuk itu perlu dibuka genteng kandang atau mengganti genteng
kandang dengan genteng kaca, Pembersihan kandang secara teratur sehingga
tidak ada keracunan ammonia dari feces sehingga sapi bakalan tidak ada
hambatan pertumbuhannya.










